20 April, 2024

Panca Buana News

Jendela Informasi Dunia Anda

Pro Kontra Pembnguan Pasar Banjaran Memancing Camat Banjaran Angkat Bicara

PBN,,Selasa 30/05/2023
“Camat Kasta Wiguna Angkat bicara prihal pembangunan pasar banjaran itu seharusnya dapat dukungan dari masyarakat pasar, pembangunan pasar banjaram akan menata tata letak pasar yamg lebih sehat dengan konsep moderen moderen juga meningkatkan tarap hidup masayarakat pasar itu sendiri ,” katanya

“Pasar Banjaran yang sejak dulu jadi aikon pusatnya Ekonomi masyarakat dari wilayah lecamatan kain itu karena pasar bankaran sendiri secara letak geograpis di lalui oleh wilayah kecamatan yang ada di jalur lalulintas provinsi jadi kita harus bisa menyesuaikan dengan adanya perubahan-perubahan yang saat ini sedang berlangsung oleh para pembeli yang saat ini lebih melirik minimarket dan supermarket yang terliat lebih menarik untuk di kunjungi pengunjung yang akan berbelanja,”ucap nya

“Kasta mengatakan bahwa pembangunana pasar Banjaran bisa menarik pengunjung untuk datang dan berbelanja di pasar tersebut karena pasar tersebut tertata dengan rapih jikalau mempunyai konsep pasar sehat yang moderen, sebab menset masyarakat sekarang itu ingin berkunjung jikalau saat pasar tersebut terlihat sehat dan bersih, eef pun mengharapkan tidak adanya bentrokan “da bentrok dengan masyarakat sendiri mah akan berakibat kalah jadi arang dan yang memang jadi abu*,”Ucap Kasta

“Tujuan pembangun pasar banjaran tersebut menurut Kasta Wiguna sebagai Camat di wilayah tersebut, bisa menjadi aikon daerah Banjaran itu sendiri dan pihak pemerintahan kabupaten bandung harus bisa menyesuaikan kebutuhan masyarakat sekarang dan mengakomodir semua kalangan dari mulai tingkat bawah maupun menengah juga kalangan generasi milenial, harus bisa bertranspormasi menjadi pasar moderen supaya bisa menarik pembeli jangan kalah oleh indomart dan pasar moderen lainya karena jika pasar terliat sehat tidak kumuh itu bisa menarik para pembeli atau pengunjung dari berbagai macam usia,”tandasnya

“Lebih lanjut Kami coba hubungi para pedagang kaki lima yang saat itu berbondong-bondong ke pihak kantor Developer untuk mendaptar,
pendataan para pemilik tetap dari pemilik jongko yang sah dengan membawa surat kepemilikan jongko,kami mencoba mengklarifikasi kepada salah satu yang datang saat itu dan kami berhasil mengorek keterangan kepada H.asep salah satu pemilik jongko yang sedang mendaptarkan keempat jongkonya yanv semuanya di kelola oleh anak-anak Asep.

“H.Asep mengatakan prihal pembangunan pasar banjaran secara pribadi beliau sangat mendukung karena sipatnya kita itu hanya menumpang berjualan di pasarr tersebut yang sudah di sediakan oleh pihak Pemerintahan kabupaten bandung,
Jadi kenapa kita harus menolak ucanya ,karena pihak dari pemerintah itu menginginkan kita sebagai para pedagang qkan di tata untukenkadi lenih baik dan kita hamya pengguna pasilitas pemerintah hanya sipatnya menempati jongko pasilitas yamg di sediakan dan kita menyewa sipatnya.
“sebagai warga pasar harus ridho dan belapang dada jikalau ada niatan baik dari pihak pemerintah,karena perencanaan pembangunanpasar banjaran akqn merubah wajah dari pasar yang tadinya kumuh dan susah pembeli akan di rubah menjadi pasar yang menurut saya itu bagus,”kata asep sambil tersemyum bahagia karena beres mendaptaf sevara administratif

“Semenjak tahun 2007 belum ada investor yang berani masuk sampai terakhir direncanakan akan di renofasi (pugar) tahun 2015 masih belum ada yang berani para pengusaha (investor) yang bisa masuk dengan berbagai macam alasan diantaranya pasar yang kurang menariklah dan sebagainya ,alih-alih pasar banajaran dari dulu adalah zona transit antar wilayah kabupaten bandung bagian selatan untuk menuju kota dan disitu banyak terjadi transaksi maka dari itu di perlukan pembenahan-pembenahan dari mulai penataan pedagang kaki lima yanv saat ini sangat meresahkan karena banyak menimbulkan kemacetan dan para pejalan kaki merass terganghu oleh adanya PKL yang memenuhi trotoar ,”uacap Asep kepala koordinator

Sedangkan pernyataan dari pihak yang kontra kamipun berhasil menemui beberapa pemilik jongko