20 April, 2024

Panca Buana News

Jendela Informasi Dunia Anda

Kepala Pasar Baleendah Angkat Bicara Prihal Penertiban Para Pedagang Kaki Lima dan Penumpukan Sampah di Pasar

PBN,,Kab.Bandung 19/05/2023
Kepala Pasar Baleendah Angkat Bicara saat di temui di lokasi pasar Baleendah oleh pihak media, Terkait penumpukan sampah dan rencana relokasi pedagang kaki lima oleh Kasatpol PP Ajat Sudrajat, di wilayah pasar Baleendah kabupaten Bandung Jum’at 19/05/2023

Ginanjar .SH kepala (UPT) pasar Baleendah mengatakan terkait penumpukan sampah di pasar Baleendah bukan semata-mata kesalahan pengelola pasar, tetapi itu dikarenakan pasar di jadikan central atau keterkaitan pembuangan sampah dari masyarakat sekitar ,”ucapnya

“Ginanjar mengatakan jikalau pihak dinas terkait atau LH (Lingkungan Hidup) ada kesanggupan untuk mengangkut sampah setidaknya 1 rit perhari maka bisa jadi solusi yang baik biar sampah tersebut tidak menumpuk di lokasi TPS (Tempat Pembuangan Sampah Sementara)

“Ginanjar pun menghimbau kepada dinas terkait walau dengan keterbatasan armada yang di miliki oleh Dinas Lingkungan Hidup (LH) ya setidaknya bisa menyediakan minimal satu TPS per RW jadi mereka tidak membuang sampah di TPS Pasar,”imbuhnya

Saat kami pertanyakan terkait rencana relokasi pedagang yang ada di badan jalan maupun di lokasi yang seharusnya di peruntukan untuk parkir pengunjung pasar Ginanjar memberikan penjelasan.
Sebenarnya itu bukan solusi terbaik terkait adanya benang merah yang sangat sulit, karena jikalau mereka di tertibkan Tampa ada perencanaan yang matang, maka mereka akan kembali lagi dan kembali lagi, jikalau pihak Dinas Perdagangan tidak memberikan solusi ,”ucapnya

“Sedangkan Pihak UPT sendiri sudah tiga kali melayangkan surat teguran terkait para pedagang PKL yang menepati badan jalan maupun yang bukan peruntukannya,tetapi teguran tersebut tidak di indahkan oleh mereka ,maka dari itu Ginanjar menyerahkan sepenuhnya kepada Satpol PP kabupaten Bandung sebagai dinas yang berwenang untuk menjalankan peraturan atas penertiban PKL,’ pungkasnya

Setiawan