20 April, 2024

Panca Buana News

Jendela Informasi Dunia Anda

KEPALA DINAS SOSIAL KABUPATEN BANDUNG PERHATIKAN PENGEMIS MUSIMAN

PBN,, Kabupaten Bandung Indra Respati mengatakan, untuk menangani para pengemis musiman maupun anak-anak jalanan yang ada di sejumlah kawasan keramaian maupun di jalan raya di Kabupaten Bandung, pihaknya berkoordinasi dengan Perangkat Daerah (PD) lainnya untuk melakukan penanganan, edukasi dan pembinaan kepada mereka.

Hal itu dalam upaya mengantisipasi adanya para pengemis musiman yang memanfaatkan momen bulan suci Ramadhan dan jelang Hari Raya Idulfitri mendatang. Para pengemis musiman umumnya merupakan para pendatang dari luar Kabupaten Bandung.

“Yang pertama kita menertibkan, yang kedua membina mereka supaya tidak kembali terjun ke jalan. Karena memang masyarakat ini beragam dari aspek sosial,” kata Indra Respati dalam keterangannya di Soreang, Selasa (12/4/22).

Kepala Dinsos Indra Respati melihat adanya fenomena sosial memasuki Bulan Suci Ramadan atau jelang Hari Raya Idul fitri, di antaranya munculnya pengemis musiman. “Kita menghimbau, sebaiknya pada bulan suci Ramadhan ini sebagai umat muslim bisa memanfaatkan momentum tersebut sebaik-baiknya untuk digunakan untuk kegiatan positif, dan memperbanyak ibadah baik saat di rumah. Maupun melaksanakan sholat sunat tarawih di masjid dan berbuat baik terhadap sesama,” ujar Indra Respati.

“Mereka kebanyakan dari luar Kabupaten Bandung. Mereka datang disaat Ramadhan ini untuk mengais rezeki disini,” katanya.

Hanya saja, imbuh Indra, apa yang dilakukan mereka itu menganggu keamanan, ketertiban dan lingkungan sekitar.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Satpol PP untuk melakukan identifikasi dan memberikan pemahaman kepada mereka,” ungkapnya.

Ia pun melihat bahwa masyarakat yang menjadi pengemis adalah bagian dari masyarakat yang perlu dibantu. Namun caranya harus teratur, tidak seperti saat ini yang dilakukan gelandangan maupun pengemis dengan cara meminta-minta di jalan-jalan yang dapat mengganggu kenyamanan orang lain.

“Oleh karena itu, kami dari Dinas Sosial sudah banyak menggelar berbagai program penanganan fakir miskin dan anak-anak terlantar,
Ia berharap di bulan suci Ramadhan ini Pemkab Bandung bisa mensinergikan penanganan kerawanan sosial, selain masalah kesejahteraan sosial yang harus dibantu dan difasilitasi pemerintah melalui pendekatan pentahelix.

“Kita juga menghimbau kepada masyarakat untuk sama-sama membantu pemerintah dalam pengentasan penanganan kerawanan sosial di daerah,” ujarnya.

Terkait anak-anak jalanan, Indra Respati menyebutkan, anak-anak yang ada di lampu merah di antaranya ada yang masih sekolah. “Dan kebanyakan berasal dari luar daerah. Sebenarnya, anak-anak yang melakukan kegiatan di perempatan jalan itu sangat membahayakan keselamatan mereka dan tidak seharusnya seperti itu,” tegasnya.

Kepala Dinas Sosial mengatakan, bahwa aparat kewilayahan maupun Satpol PP sudah melakukan himbauan kepada mereka untuk tidak melakukan kegiatan di perempatan jalan atau lampu merah karena berbahaya bagi keselamatan mereka.

“Apalagi anak-anak yang ada di lampu merah itu tidak seharusnya dieksploitasi seperti itu,” katanya.

Indra Respati menyebutkan kegiatan yang dilakukan para pendatang musiman dengan cara mengemis itu kurang tepat untuk dilakukan di Kabupaten Bandung.

“Kita sudah berkoordinasi dengan aparat kewilayahan, untuk mengidentifikasi dan membina anak-anak tersebut untuk mengisi bulan suci Ramadhan dengan cara-cara yang positif, tidak berada di jalanan,” katanya.

Sebetulnya, menurutnya, pemerintah sudah lama menggulirkan sejumlah program, di antaranya PKH, Bansos, BPNT untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Selain itu kartu Indonesia sehat, kartu Indonesia pintar yang seluruhnya sudah dijamin oleh pemerintah. Mungkin karena sudah terbiasa, mereka memanfaatkan kesempatan bulan suci Ramadhan ini untuk melakukan hal-hal yang tidak tepat di Kabupaten Bandung, di antaranya mengemis,” katanya.

Ia pun menyampaikan himbauan Bupati Bandung Dadang Supriatna kepada para ulama untuk terus memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat saat pengajian atau menyampaikan ceramah kultum maupun ceramah-ceramah lain yang berkaitan dengan masalah sosial ini di wilayahnya, Tutur, Indra.
(Ak/in)