28 Mei, 2024

Panca Buana News

Jendela Informasi Dunia Anda

KEHATI Bersama Mamah Oday Dorong Pemanfaatan Obat Nusantara

Pancabuananews.com
Kabupaten Bandung-
Yayasan KEHATI meresmikan Tugu Kalpataru di Taman
Herbal Kebun Tanaman Obat (KTO) Sari Alam di Desa CukanggentengKecamatan
Pasirjambu, Kabupaten Bandung Jawa Barat (30/24).

Tugu Kalpataru ini dibangun
sebagai simbolis dari penghargaan Kalpataru 2018 yang diterima oleh Oday
Kodariyah atau yang akrab dipanggil Mamah Oday pada kategori Perintis
Lingkungan Pelestari Sumber Daya GenetikTanaman Obat. KontribusiMamah Oday
dalam melestarikan dan memperkenalkan tanaman obat nusantara sangat besar. Sejak
lama Mamah Oday tak kenal lelah memberikan edukasi dan pelatihan tentang
pemanfaatan obat tradisional kepada khalayak luas. Semangat ini sejalan dengan
pengembangan program bioprospeksi yang dijalankan oleh Yayasan KEHATI.
•“Merupakan suatu kehormatan Yayasan KEHATI dapat diberikan kepercayaan untuk
meresmikan Tugu kalpataru Oday Kodariyah ini. Tugu ini merupakan simbol

perempuan pejuang lingkungan dan tanaman obat di Indonesia. Hal ini tentunya dapat
menjadi salah satu momentum dalam memperkenalkan tanaman obat nusantara dan
khasiatnya untuk menjadi primadona dan mendukung pembangunan berkelanjutan
karena dapat melindungi keanekaragaman hayati Indonesia, serta melindungi kearifan
lokal,” ujar Direktur EksekutifYayasan KEHATIRiki Frindos.
•Peresmian Tugu Kalpataru ini merupakan lanjutan dari kegiatan yang pernah
dilakukan di tahun-tahun sebelumnya antara Yayasan KEHATI dan Mamah Oday,
terutama pada kegiatan edukasi jenis tanaman obat dan pemanfatannya. Kedepannya,

Yayasan KEHATI berencana mendukung kegiatan yang dikelola MamahOday,
antara lain inventarisasi pengetahuan tradisional, eksplorasi sumber daya genetik,
serta koleksi spesimen. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model bagi
perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatan sumber daya genetik lokal dan
pengetahuan tradisional dalam pemanafaatan berkelanjutan tanaman obat.
•Sampai saat ini sudah terdapat lebih dari 900 jenis tanaman obat, 418 spesimen
koleksi tanaman obat dari 102 famili (suku)dan 341 spesies yang sudah dikoleksi di
Kebun Tanaman Obat (KTO) Sari Alam dengan luasan +/-5 hektar. Selain gencar.

mempromosikan khasiat dari tanaman obat nusantara, Mamah Oday juga aktif
mempelajari beragam seluk beluk tanaman obat, baik secara tradisional atau ilmiah.
•Mamah Oday menuturkan untuk menambah keahliannya, dia pernah menempuh
beragam pendidikan pelatihan, mulai dari tanaman obat profesional, tanaman
kelas pengobatan, diagnosa penyakit dengan cara kedokteran kelas pengobatan
herbal, dan meramu jamu sesuai diagnosa kedokteran.
•Semangat ini yang membuat KTO Sari Alam menjadi pusat konsultasi dan
pengobatan berbasis tanaman obat di Indonesia. Tidak hanya pasien dari dalam
negeri, pasien dari luar negeri pun turut berdatangan. MamahOdaymemanfaatkan
kebun tanaman obatnya sebagai kebun koleksi, produksi dan klinik tanaman obat.

Artinya kebun tersebut memiliki 3 fungsi, yaitu pelestarian, pengambangan dan
pemanfaatan.
•Di sela-sela acara peresmian, Rikimengatakanbahwa Indonesia harus dapat
memanfaatkan potensi bioprospeksi Indonesia yang sangat tinggi. Dalam
perkembangannya, nilai ekonomi bioprospeksi diperkirakan mencapai USD 500
miliar per tahun yang mencakup sektor farmasi, produk pertanian, tanaman hias,
kosmetik, dan berbagai produk bioteknologi lainnya.
•“Keberhasilan bioprospeksibergantung pada informasi awal yang didapat dari
masyarakat lokal (local knowledge)yang secara turun temurun memanfaatkan.

sumber daya keanekaragaman hayati untuk berbagai kebutuhan. Tak kalah penting,
masyarakat harus mendapat manfaat dan memberi persetujuan terhadap
pengembangan produksi bioprospeksi ini, sehingga tidak terjadi pembajakan
kanekaragaman hayati (biopiracy),” jelasRiki.
•Tanpa adanya dukungan dari banyak pihak dan payung hukum yang kuat dalam
pengelolaan sumber daya genetik, maka masyarakat lokal sulit memperoleh manfaat
dari bioprospeksi ini, terutama dari sisi komersil. Alhasil,

Indonesiaakanberpotensi
kehilangan sumber daya genetik yang secara alami menjaga proses-proses ekosistem
fundamental.
•Pada acara peresmian ini, semua tamu undangan diajak untuk melihat herbarium
tanaman obat, serta fasilitas informasi dan pengobatan di KTO Sari Alam. Di akhir
perjalanan keliling kebun tanaman obatnya, Mamah Oday mengatakan bahwa
penghargaan ini hanyalah bonus dari kerja keras yang dilakukan, dan tugu yang
dilakukan sebagai pengingat bahwa perjuangan harus terus dilakukan agar dapat
bermanfaat bagi generasi muda.
Tentang Yayasan KEHATI
•Dibentuk pada 12 Januari 1994, Yayasan KEHATI bertujuan untuk menghimpun dan
mengelola sumber daya yang selanjutnya disalurkan dalam bentuk dana hibah,

fasilitasi, konsultasi dan berbagai fasilitas lain guna menunjang berbagai program
pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia dan pemanfaatannya secara adil dan
berkelanjutan. Beberapa tokoh dibalik terbentuknya Yayasan KEHATI antara lain,
Emil Salim, Koesnadi Hardjasoemantri, Ismid Hadad, Erna Witoelar, M.S. Kismadi,
dan Nono Anwar Makarim.
•Selama lebih dari dua dekade, Yayasan KEHATI telah bekerja sama dengan lebih dari
1.500 lembaga lokal yang tersebar dari Aceh hingga Papua, serta mengelola dana hibah
lebih dari US$ 200 juta. Dana tersebut berasal dari donor multilateral dan bilateral,

sektor swasta, filantrofi, crowd funding, dan endowment fund.
•Terdapat 3 pendekatan program yang dikelola oleh KEHATI yaitu ekosistem
kehutanan, ekosistem pertanian, dan ekosistem kelautan. Selain itu, Yayasan KEHATI
juga mengelola program khusus antara lain TFCA Sumatera, TFCA Kalimantan,
SPOSI, dan BAF.

( H.Emuh )