22 April, 2024

Panca Buana News

Jendela Informasi Dunia Anda

Hari Amal Bakti ke-78 Kementerian Agama Dapat Meningkatkan Semangat dan Perjuangan

PBN,,,Kab.Bandung
Setiap tahun baru, Kementrian Agama memiliki makna baru. Kementerian Agama dilahirkan pada awal tahun, yakni 3 Januari. Tepatnya 3 Januari 1946. 

Artinya ,setiap memasuki tahun baru, kita harus memiliki spirit ganda yang muncul dari pergantian tahun dan peringatan hari lahir Kementerian Agama,” demikian sambutan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang dibacakan Bupati Bandung Dadang Supriatna pada Apel Peringatan  Hari Amal Bakti (HAB) ke-78 Kementerian Agama di Lapangan Upakarti Komplek Pemkab Bandung, Soreang, Rabu (3/1/2024).

Menurut Bupati Dadang Supriatna, bahwa spirit ganda ini harus diwujudkan dalam bentuk amal bakti yang semakin mendalam dan paripurna. “Hari amal bakti tentu tidak semata sebuah nama, tetapi di dalamnya terkandung harapan dan tekad untuk mencurahkan pengabdian kita kepada seluruh umat beragama,” katanya.

Pada peringatan HAB ke-78 Kementerian Agama ini, imbuh Dadang Supriatna, ia mengajak semua pihak untuk terus meningkatkan semangat pengabdian dan perjuangan mewujudkan segala cita dibentuknya Kementerian Agama.

Dikatakannya, sebagai institusi yang memiliki tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama dan pendidikan keagamaan, tugas Kementerian Agama tidaklah ringan. “Di antara tugas berat kita adalah menjaga harmoni kehidupan beragama sebagai salah satu pilar kerukunan nasional,” katanya.

Disebutkan Dadang Supriatna, tugas berat ini dilaksanakan di antaranya dengan memberikan layanan yang adil, transparan, dan akuntabel untuk seluruh umat beragama. 

Kita juga memiliki tugas untuk membangun karakter bangsa melalui pendidikan agama. Bekal pendidikan agama yang moderat adalah fondasi kokoh dalam mewujudkan kerukunan umat beragama demi tercapainya tujuan pembangunan,” ucapnya.

Melalui berbagai program reguler dan tujuh program prioritas Kementerian Agama, ia mengajak kepada banyak pihak untuk terus bekerja keras melaksanakan tugas-tugas yang sudah dimandatkan. Penguatan Moderasi Beragama, Transformasi Digital, Revitalisasi KUA, Kemandirian Pesantren, Cyber Islamic University, Religiousity Index, Tahun Kerukunan Umat Beragama adalah ikhtiar dalam memberikan layanan yang sebaik-baiknya kepada seluruh umat. Hasilnya sudah mulai terlihat,” tuturnya.

Bupati Bandung mengatakan bahwa moderasi beragama sudah menjadi napas dalam setiap derap langkah insan beragama. Transformasi digital terlaksana di seluruh satuan kerja Kementerian Agama dan lembaga-pendidikan keagamaan. 

KUA sudah bertransformasi menjadi semakin baik dalam memberikan layanan. Pesantren-pesantren mulai menapaki fase kemandirian dalam amal usaha dan ekonomi,” ucapnya. 

editor (Asepk)