22 April, 2024

Panca Buana News

Jendela Informasi Dunia Anda

BUPATI BANDUNG H.M. DADANG SUPRIATNA S,i.p M,S.I TERTARIK KEINDAHAN OBYEK WISATA ALAM DI KAWASAN PEGUNUNGAN KAWAH KAMOJANG DESA LAKSANA KECAMATAN IBUN KABUPATEN BANDUNG

Kab.Bandung, PBN,,, melakukan rangkaian kegiatan Bunga Desa (Bupati Ngamumule Desa) pada esok harinya, Kamis (19/5/22) pagi, Bupati Dadang Supriatna didampingi Camat Ibun Wawan Setiawan, Kepala Desa Ibun H. Undang Sumarna, penggiat lingkungan Memet Moch Rachmat, dan pihak lainnya menyempatkan diri meninjau potensi wisata obyek wisata alam Kawah Kamojang, yang saat ini dikelola oleh BBKSDA (Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam) Jawa Barat.

Kang DS panggilan akrab Bupati Bandung ingin meningkatkan daya dukung obyek wisata Kawah Kamojang tersebut dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan mengingat jika kunjungan wisatawan meningkat secara otomatis akan meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat sekitar, khususnya para pelaku ekonomi kreatif dengan pemasaran produknya di lokasi wisata.

“Saya mendapatkan informasi langsung dari pelaku usaha di kawasan Pangalengan, satu kios atau warung yang berjualan di kawasan wisata itu bisa mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan barang atau hal lainnya antara Rp 5 juta sampai Rp 8 juta per hari. Itu setelah terjadi kunjungan wisatawan yang luar biasa ke obyek wisata tersebut di Pangalengan,” tutur Kang DS, saat berbincang dengan Camat, Kades, dan penggiat lingkungan.
Kang DS pun melihat kawasan obyek wisata Kawah Kamojang, yang sudah ada sejak puluhan tahun silam, sangat berpotensi untuk terus dikembangkan dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan dari berbagai daerah.

“Yang penting ada kemauan dari pemerintah desa setempat dalam upaya menangkap peluang ekonomi untuk masyarakat dari potensi wisata tersebut. Soalnya, para pelaku usaha yang berdagang di lokasi wisata itu, tentunya warga setempat,” katanya.

Kang DS pun menilai, di kawasan Kamojang Kecamatan Ibun terdapat peristiwa sejarah Pager Betis. “Di kawasan Kamojang Ibun ini ada sejarah ada sejarah Nyukcruk Galur Pager Betis. Banyak sejarah dan dimana situs-situs itu kita abadikan, yang pada akhirnya nanti diketahui dan dipahami oleh masyarakat sekitar,” kata Bupati.

Ia pun berencana untuk membuat konsep guna mendongkrak obyek wisata Kawah Kamojang itu.

“Nantinya, konsep pengembangan atau penataan obyek wisata itu yang akan kita buat itu, tidak mengganggu alam, tapi bertaraf internasional,” tuturnya.

Ia juga mengatakan, bahwa kawasan obyek wisata Kawah Kamojang merupakan lahan dibawah pengelolaan BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Jawa Barat, tetapi proses pengelolaannya nanti bisa dikerjasamakan dengan pihak swasta.

“Seperti halnya obyek wisata baru di Rancabali Kabupaten Bandung yang dalam proses pengelolanya dikerjasamakan dengan pihak swasta,” katanya.

Kang DS menilai, obyek wisata Kawah Kamojang merupakan obyek wisata yang memiliki potensi yang cukup bagus, sehingga selaras dengan harapan dirinya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pengembangan potensi wisata tersebut.
Seperti Pak Gubernur bilang, jangan sampai masih ada warga Kabupaten Bandung yang masih menjadi TKW ke luar negeri. Kita harus mencari peluang-peluang untuk peningkatan ekonomi masyarakat sekitar,” tuturnya.

Apalagi, imbuhnya, Pemkab Bandung sudah menggulirkan program pinjaman dana bergulir tanpa bunga untuk masyarakat pelaku usaha. Sudah sebesar Rp 40 miliar yang digulirkan, dan jika perkembangannya bagus, nanti pada APBD Perubahan akan ditambah Rp 60 miliar untuk membantu ekonomi masyarakat, sehingga IPM Kabupaten Bandung pun secara otomatis meningkat.

“Dengan adanya pinjaman dana bergulir tanpa bunga yang sudah disiapkan Pemkab Bandung itu, dengan harapan terbangun ekonomi baru dan terciptanya lapangan kerja baru. Bahkan ketika saya bertanya kepada pemilik warung, apakah sudah mendapatkan pinjaman dana bergulir tanpa bunga itu, disaat mereka belum mendapatkan pinjaman itu bisa mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan pinjaman itu,”Tuturnya.
(Ak/In)