20 April, 2024

Panca Buana News

Jendela Informasi Dunia Anda

BUPATI BANDUNG H.M DADANG SUPRIATNA S.ip,M.Si RESMIKAN RUMAH IBU EUIS DALAM PROGRAM SABA DESA

PBN,,,Kab. Bandung–

Bupati Bandung HM Dadang Supriatna turun langsung kelapangan mengunjungi warga miskin di Kampung Cipeundeuy Desa Mekarpawitan Kecamatan Paseh Kabupaten Bandung, dengan menyerahkan kunci rumah yang baru selesai di bangun melalui program rumah tidak layak huni (Rutilahu) Kabupaten Bandung, Senin (29/8/22).

Turut hadir mendampingi Bupati Bandung, yaitu Kepala Disperkimtan Kabupaten Bandung Wahyudin, Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Bandung Hj. Renie Rahayu Fauzi dan Anggota DPRD Kabupaten Bandung H. Hikmat Budiman.

Sebagai penerima manfaat dan pemilik rumah tersebut, Euis mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih, setelah rumahnya diperbaiki melalui program rutilahu.

Selain itu, Bupati Bandung turut serta membantu membukakan kunci rumah tersebut, setelah rumah itu diresmikan untuk ditempati oleh pemiliknya.

Kang DS, sapaan akrab Bupati Bandung Dadang Supriatna menyebut, upaya memperbaiki rumah tidak layak huni merupakan program dirinya, sebagai Bupati Bandung. Menurutnya, rumah tidak layak huni di Kabupaten Bandung mencapai 37.000 unit.

“Kita mentargetkan setiap tahunnya 7.000 rumah untuk diperbaiki. Pada 2021 lalu, sudah diperbaiki 7.500 rumah, dan insya Allah 2022 ini 7.000 unit rumah yang menjadi sasaran dalam program rutilahu tersebut,” kata Bupati Bandung.

Untuk program memperbaiki rumah tidak layak huni tersebut, kata Dadang Supriatna, ada dorongan dan bantuan dari Ketua Fraksi PKB DPR RI H. Cucun Ahmad Syamsurijal melalui program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS).

“Pada 2021 lalu, ada sekitar 2.100 unit rumah dan tahun 2022 insya Allahsebanyak 3.500 dari program BSPS yang digulirkan melalui aspirasi Pak Ketua Fraksi PKB DPR RI,” katanya.

Selain itu,ujar Kang DS bahwa peresmian rumah warga yang sebelumnya merupakan rumah tidak layak huni adalah bagian dari program Saba Desa atau Bupati Ngamumule Desa (Bunga Desa) di Kecamatan Paseh.

“Ini dalam upaya serap aspirasi dari masyarakat. Soalnya, saya tidak mau hanya mendengar saja, asal bapak tapi saya ingin melihat kondisi riil di lapangan, berkaitan dengan keseharian masyarakat,Tuturnya

(Ak/iin)