20 April, 2024

Panca Buana News

Jendela Informasi Dunia Anda

Bupati Bandung Bersama BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah ) Kabupaten Bandung Antisipasi Dampak Badai El Nino

PBN,,,Kab.Bandung

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan langkah-langkah antisipasi ancaman kekeringan dampak perubahan cuaca El Nino di Kabupaten Bandung. Salah satu yang dilakukan Pemkab Bandung yakni melaksanakan rapat koordinasi dengan melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah di ruang rapat BPBD Kabupaten Bandung, Soreang, Rabu (23/8/2023).

Pada pelaksanaan rapat koordinasi itu selain dipimpin langsung Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Drs. H. Uka Suska Puji Utama, M.Si., juga hadir dari Staf Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Dinas Pertanian, Damkar, Dinas Sosial, Dinas PUTR, Disperkintan, Satpol PP, Perhutani, PDAM, dan lembaga lainnya.

Bupati Bandung Dr. HM. Dadang Supriatna dalam keterangannya di Soreang, Kamis (24/8/2023) mengatakan bahwa dampak El Nino dapat berpengaruh pada terjadinya ancaman kekeringan dan kebakaran hutan atau lahan di Kabupaten Bandung.
“Adapun hasil analisa dan kajian
serta prediksi dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) sudah ada pengurangan turunnya air
hujan terutama di wilayah Kabupaten Bandung,” kata Bupati Bandung didampingi Sekda Kabupaten Bandung yang juga Kepala BPBD Kabupaten Bandung Dr. H. Cakra Amiyana dan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Drs. H. Uka Suska Puji Utama, M.Si.

Meski intensitas curah hujan di Kabupaten Bandung sudah berkurang dalam beberapa pekan terakhir ini, imbuh Bupati Dadang Supriatna, bahwa BPBD belum menerima laporan
terkait kekurangan air bersih dari masyarakat.
“Dengan dilaksanakan rapat koordinasi itu, kami berharap di antara OPD dan
seluruh para pemangku kepentingan agar dapat diperoleh data
kewilayahan yang update untuk bersama-sama dalam upaya
menghadapi ancaman bencana kekeringan dampak El Nino di
wilayah Kabupaten Bandung,” kata Dadang Supriatna.

Bupati Bandung menyebutkan bahwa fenomena El Nino, berdasarkan informasi dari BMKG memprediksi puncak kemarau secara normal untuk
wilayah Kabupaten Bandung akan terjadi Juli sampai September


  1. “Untuk diketahui bahwa El Nino merupakan fenomena yang menyebabkan musim kemarau atau musim hujan di Indonesia lebih kering
    dari kondisi normal. El Nino meningkatkan potensi
    pertumbuhan awan di Samudra Pasifik Tengah dan suhu permukaan air di wilayah Indonesia jadi lebih dingin yang berakibat pada kurangnya curah hujan,” tutur Dadang Supriatna.

Saat ini, imbuhnya, El Nino tercatat lemah – moderate dan masih terus berubah dan dipantau perkembangannya. Disebutkan, bahwa dampak El Nino terhadap musim kemarau di Kabupaten Bandung mengakibatkan perubahan puncak musim kemarau yaitu diprediksi hingga
November 2023 dan terus berpengaruh pada cuaca hingga
Februrari 2024.
“Dampak kekeringan ini yang perlu diwaspadai adalah ancaman kebakaran hutan dan lahan, gelombang panas atau kekeringan ekstrim, gangguan kesehatan dapat berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Bandung,” ujar Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna.

Kang DS mengatakan, ancaman kekeringan, kebakaran hutan dan lahan berdasarkan kajian risiko bencana tahun 2022, terdapat di 31 kecamatan dengan tingkatan rendah dan sedang.
“Untuk mengantisipasi potensi ancaman itu, kita sudah melakukan inventarisasi tanki air,
Inventarisasi petugas dan peralatan dari masing-masing OPD dalam menghadapi kekeringan di Kabupaten Bandung,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kab. Bandung Uka Suska Puji Utama mengungkapkan bahwa hasil rapat koordinasi itu merekomendasikan untuk menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Bandung pada status siaga darurat selama 30 hari ke depan mulai 24 Agustus ini sampai 23 September 2023.
“Kemudian diperlukan tim siaga/pos komando menghadapi kekeringan agar koordinasi dan penanganan lebih terarah,” kata Uka Suska.

Uka Suska berharap kepada para camat agar memantau wilayahnya terkait kondisi ketersediaan air bersih, kebutuhan masyarakat.tuturnya

(STW)